Berita

Menguatkan Komunitas, Memperluas Akses Bagi Penyintas Kekerasan

Menguatkan Komunitas, Memperluas Akses Bagi Penyintas Kekerasan

Ketika seseorang mengalami kekerasan berbasis gender dan seksual (KBGS), mencari bantuan tidak selalu mudah dilakukan. Banyak penyintas tidak mengetahui kepada siapa mereka dapat bercerita, ke mana harus melapor, atau bagaimana cara memperoleh pendampingan yang aman. Dalam situasi seperti ini, peran komunitas menjadi penting

IPAS Indonesia Presentasikan Pembelajaran Penguatan Layanan KtPA dalam Konferensi Internasional di Medan

IPAS Indonesia Presentasikan Pembelajaran Penguatan Layanan KtPA dalam Konferensi Internasional di Medan

Penguatan layanan bagi penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtPA) tidak dapat dilakukan hanya melalui pelatihan bagi tenaga kesehatan. Pengalaman Program ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) di Jawa Tengah menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan memerlukan penguatan sistem kesehatan secara menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia, sarana pendukung, hingga tata kelola layanan.

Forum Konsolidasi Perempuan di Provinsi Maluku untuk Memperkuat Layanan Kesehatan bagi Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Wilayah Kepulauan

Forum Konsolidasi Perempuan di Provinsi Maluku untuk Memperkuat Layanan Kesehatan bagi Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Wilayah Kepulauan

Berkolaborasi dengan Gerak Bersama Perempuan Maluku, Yayasan IPAS Indonesia mempertemukan perwakilan masyarakat sipil, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh adat, serta pemerintah dari sembilan kabupaten dan dua kota di Provinsi Maluku dalam Forum Konsolidasi yang diselenggarakan di Ambon pada 11–13 Juni 2026. Sebanyak 202 orang (172 perempuan dan 30 laki-laki) hadir dalam pertemuan ini.