Berita & Cerita

Berita dan Cerita IPAS

Temukan kisah dan berita terbaru tentang bagaimana IPAS Indonesia dan mitra kami berjuang untuk Keadilan Reproduksi di Indonesia.
Mengubah Keputusan dalam Kontrasepsi dengan Informasi yang Tepat

Mengubah Keputusan dalam Kontrasepsi dengan Informasi yang Tepat

Ketika informasi dan asumsi yang salah lebih mudah dipercaya daripada fakta, keputusan penting dapat menjadi tidak tepat. Itulah yang dialami pasangan suami istri Yusina Kase dan Maxi Taloim. Selama bertahun-tahun, pemahaman yang keliru tentang kontrasepsi membuat...

Perubahan Sistem dalam Melayani Keguguran untuk Perempuan di Nusa Tenggara Timur

Perubahan Sistem dalam Melayani Keguguran untuk Perempuan di Nusa Tenggara Timur

Bagi perempuan yang mengalami keguguran, akses terhadap layanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkualitas dapat menentukan keselamatan jiwa dan kesehatan mereka. Studi yang dipublikasikan di The Lancet pada 2021 menunjukkan satu dari sembilan perempuan pernah mengalami keguguran. Namun, hingga beberapa tahun lalu, layanan Asuhan Pasca Keguguran (APK) sangat terbatas di kebanyakan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menguatkan Komunitas, Memperluas Akses Bagi Penyintas Kekerasan

Menguatkan Komunitas, Memperluas Akses Bagi Penyintas Kekerasan

Ketika seseorang mengalami kekerasan berbasis gender dan seksual (KBGS), mencari bantuan tidak selalu mudah dilakukan. Banyak penyintas tidak mengetahui kepada siapa mereka dapat bercerita, ke mana harus melapor, atau bagaimana cara memperoleh pendampingan yang aman. Dalam situasi seperti ini, peran komunitas menjadi penting

IPAS Indonesia Presentasikan Pembelajaran Penguatan Layanan KtPA dalam Konferensi Internasional di Medan

IPAS Indonesia Presentasikan Pembelajaran Penguatan Layanan KtPA dalam Konferensi Internasional di Medan

Penguatan layanan bagi penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtPA) tidak dapat dilakukan hanya melalui pelatihan bagi tenaga kesehatan. Pengalaman Program ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) di Jawa Tengah menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan memerlukan penguatan sistem kesehatan secara menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia, sarana pendukung, hingga tata kelola layanan.