Peringati Hari Perempuan Internasional, IPAS Indonesia Perkuat Komitmen Multipihak Tangani KBGS di Maluku
Ambon, Maluku — Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Dibutuhkan komitmen bersama mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat dan agama, tenaga kesehatan, hingga masyarakat untuk memastikan...
Media Roundtable Hari Perempuan Internasional 2026 Menghapus Sunyi, Menguatkan Layanan untuk Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual
Siaran Pers Untuk disiarkan dengan segera. Media Roundtable Hari Perempuan Internasional 2026Menghapus Sunyi, Menguatkan Layanan untuk Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual Kamis, 12 Maret 2026 Kekerasan berbasis gender dan seksual (KBGS) masih menjadi...
Suaranya Penting: Memberdayakan Perempuan untuk Bersuara tentang HKSR dalam Situasi Bencana
Bencana tidak bersifat netral gender. Hal inilah yang dialami oleh Priskastevani (29) ketika gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo dan tsunami melanda desanya di Sigi, Sulawesi Tengah, pada tahun 2018. Di tempat pengungsian darurat, ia harus tidur di ruang yang sama...
Advokasi yang Dipimpin Perempuan untuk Dana Desa yang Responsif Gender dalam Mengintegrasikan Kebutuhan HKSR ke dalam Isu Kebencanaan
Dalam situasi bencana, perempuan sering kali menghadapi ketidakadilan. Kebutuhan mereka, terutama yang berkaitan dengan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), jarang menjadi prioritas. Di banyak desa di Sulawesi Tengah, perempuan tidak dilibatkan dalam diskusi...
Berbincang dengan Dinas Kesehatan NTT Soal Asuhan Pasca Keguguran, Keluarga Berencana dan Proyek TAKENUSA
Sejak 2023, Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) serta meningkatkan akses kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB). Kerja sama ini terjalin melalui proyek Tekad Bersama untuk Kesehatan...
Perempuan Merdeka Memilih Kontrasepsi: Cerita dari Mama Mershi di Nusa Tenggara Timur
Mama Mershi Benu (36) memutuskan memilih kontrasepsi mantap atau tubektomi setelah melahirkan anak kelimanya. Sebelumnya, ia menggunakan kontrasepsi suntik lalu beralih ke pil. Hingga kemudian akhirnya memilih kontrasepsi jenis permanen karena ‘kebobolan’ setelah...
Melihat Layanan Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Antara Akses, Pengetahuan dan Tantangan Geografis
Kondisi geografis yang menantang disertai dengan rendahnya pengetahuan masyarakat memperburuk situasi keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dokter Kristina Lawung mengatakan ada tiga pasien keguguran yang datang ke puskesmasnya dalam periode Agustus 2024...
Roda KLOP: Mendampingi Perempuan dalam Menemukan Pilihan Kontrasepsi Terbaik
Hampir 25 tahun, Luiza Tecla Suarez (52) bekerja sebagai bidan di Puskesmas Camplong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari perjalanan panjang kariernya itu, ia belum pernah mengikuti pelatihan, khususnya terkait dengan Keluarga Berencana (KB). “Dan baru ikut...
Kabar Baik dari Program TAKENUSA: Berbagi Pengetahuan untuk Menguatkan Kemampuan Bidan untuk Layanan KB
Semangat no one left behind (tidak ada satupun yang tertinggal) itulah yang ada di dalam benak Bidan Serlina Jawa Mukin. Setelah mengikuti pelatihan Keluarga Berencana (KB) yang diselenggarakan Yayasan IPAS Indonesia pada Desember 2023, ia bersedia membagikan ilmunya...








