Layanan kesehatan reproduksi di Indonesia belum merata karena ketimpangan ekonomi dan geografi. Stigma dan akses terbatas pada pengetahuan semakin memperburuk situasi.
Layanan kesehatan reproduksi di Indonesia belum merata karena ketimpangan ekonomi dan geografi. Stigma dan akses terbatas pada pengetahuan semakin memperburuk situasi.
Mengapa keadilan reproduksi?
Dampak kami sejak 2018
Provinsi memiliki pelatih Asuhan Pasca Keguguran
Pelatihan klinis
Penyedia layanan kesehatan terlibat
Peningkatan kapasitas
Perempuan akses layanan
Data per 30 Juni 2025.
Proyek Kekerasan Berbasis Gender dan Sekual (KBGS)
Orang mengakses informasi KBGS
Orang berpartisipasi dalam acara terkait KBGS
Key influencers terlibat
Kasus KBGS ditangani oleh mitra
Orang mengakses layanan
Data per 30 Juni 2025.
Cerita & berita IPAS
Catatan dari Lapangan: Membangun Layanan Berbasis Komunitas untuk Penanganan Kekerasan di Jawa Tengah
Pagi itu, 16 Juli 2025, jalanan menuju Kantor Kelurahan Sonorejo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terasa lenggang. Sonorejo, desa yang dikenal sebagai sentra kerajinan kulit, menjadi salah satu wilayah kerja proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas...
Pelatihan Layanan Kontrsepsi Bagi Bidan di Tiga Kabupaten di Sulawesi Tengah
Yayasan IPAS Indonesia menggelar pelatihan layanan kontrasepsi untuk proyek CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights, and Health/Krisis Iklim, Hak dan Kesehatan Reproduksi) pada April hingga Agustus 2025 di Palu, Sulawesi Tengah. Proyek CERAH diluncurkan pada...
Yayasan IPAS Indonesia Luncurkan Proyek ARUMBAE di Maluku: Perkuat Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Wilayah Kepulauan
Ambon, 3 September 2025 — Yayasan IPAS Indonesia secara resmi meluncurkan proyek ARUMBAE (Perempuan Mampu dan Berdaya untuk Bebas dari Kekerasan) di Provinsi Maluku. Proyek ini bertujuan memperkuat sistem penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,...
Mekanisme Umpan Balik untuk Mendorong Perbaikan Mutu Layanan Keluarga Berencana dan Asuhan Paska Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan Yayasan CIS Timor Indonesia melakukan Mekanisme Umpan Balik (MUB) terkait dengan layanan kesehatan reproduksi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur. MUB ini merupakan bagian dari proyek...
Diskusi Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Reproduksi Bersama dengan Akademisi di Kabupaten Sigi
Yayasan Merah Putih (YMP) Sulawesi Tengah, mitra Yayasan IPAS Indonesia untuk program CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights and Health/ Krisis Iklim, Hak & Kesehatan Reproduksi), menggelar diskusi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan reproduksi di Kantor...
Berbincang dengan Dinas Kesehatan NTT Soal Asuhan Pasca Keguguran, Keluarga Berencana dan Proyek TAKENUSA
Sejak 2023, Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) serta meningkatkan akses kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB). Kerja sama ini terjalin melalui proyek Tekad Bersama untuk Kesehatan...
Perempuan Merdeka Memilih Kontrasepsi: Cerita dari Mama Mershi di Nusa Tenggara Timur
Mama Mershi Benu (36) memutuskan memilih kontrasepsi mantap atau tubektomi setelah melahirkan anak kelimanya. Sebelumnya, ia menggunakan kontrasepsi suntik lalu beralih ke pil. Hingga kemudian akhirnya memilih kontrasepsi jenis permanen karena ‘kebobolan’ setelah...
Peringati International Youth Day, Orang Muda di Jawa Tengah Suarakan Ruang Aman Bebas dari Kekerasan
Mari kita berani speak up, percayalah pasti punya ruang aman, suarakanlah!,” itulah pesan yang disampaikan oleh Asyifa Azdkiah Haqiqi, panitia kegiatan “We Speak Up Because We Matter: Remaja Berdaya Bebas dari Kekerasan”. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati International Youth Day yang jatuh pada 12 Agustus.
Health Rangers: Sebuah Inisiatif Agar Remaja di Jawa Tengah Merdeka dari Kekerasan
Pada 2024, sebanyak 1.349 anak-anak di Jawa Tengah menjadi korban kekerasan. Dari angka tersebut, kekerasan seksual merupakan jenis kekerasan yang paling tinggi, yakni 746 kasus. Secara nasional, Jawa Tengah menjadi provinsi ketiga dengan kasus kekerasan terhadap anak...












