Bencana tidak bersifat netral gender. Hal inilah yang dialami oleh Priskastevani (29) ketika gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo dan tsunami melanda desanya di Sigi, Sulawesi Tengah, pada tahun 2018. Di tempat pengungsian darurat, ia harus tidur di ruang yang sama...
Cerita
Advokasi yang Dipimpin Perempuan untuk Dana Desa yang Responsif Gender dalam Mengintegrasikan Kebutuhan HKSR ke dalam Isu Kebencanaan
Dalam situasi bencana, perempuan sering kali menghadapi ketidakadilan. Kebutuhan mereka, terutama yang berkaitan dengan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), jarang menjadi prioritas. Di banyak desa di Sulawesi Tengah, perempuan tidak dilibatkan dalam diskusi...
Layanan Kesehatan bagi Korban KBGS di Kepulauan: Minim Tenaga Terlatih, Stigma Masih Tinggi
Iya pakai insting sendiri saat menangani korban kekerasanPernyataan singkat itu menggambarkan kenyataan yang jauh lebih besar soal gambaran layanan kekerasan berbasis gender dan seksual (KBGS) di wilayah kepulauan, yakni terbatasnya tenaga kesehatan yang mampu...
Suara KB dari Pengungsian: Perjuangan Mama Yana di Desa Nobo
Di bawah terik matahari siang pada 17 September 2025, beberapa warga Desa Nobo tampak berkumpul di bawah rimbunan pohon di pinggir jalan Trans Maumere-Larantuka di dekat pantai Waidoko. Pantai itu berjarak satu kilometer dari pemukiman Desa Nobo.
Misi Terpatri di Hati Meriani
Namanya Meriani Tefnay. Ia adalah Kader Posyandu dari Desa Sunu, desa kecil yang terletak di pucak Gunung Sunu dan berjarak 40 kilometer sebelah timur Kota Soe, Ibu Kota Kabupaten Timor Tengah Selatan. Warga memanggilnya dengan Mama Meri. Perempuan berusia 42 tahun...
Dari Dapur ke Balai Desa: Perjalanan Mama Nela Menemukan Arti Keluarga Berencana
Ditulis oleh Katarina B Koten. Pagi hari di Desa Tuawolo, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, selalu dimulai dengan suara ayam berkokok dan dentingan panci dari dapur rumah Mama Petronela Sura Pati. Desa Tuawolo terletak di sebelah...
Dari Diskusi sampai Musrenbang: Perempuan Bicara Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Kupang
Perempuan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, tumbuh dengan nilai patriarki yang kuat. Sebagian besar keputusan dalam kehidupan sehari-hari ditentukan oleh kelompok laki-laki, termasuk dengan kesehatan reproduksi sekalipun.
Pintu Awal Menuju Layanan yang Berpihak pada Korban: Penyusunan SOP Layanan Kekerasan di UPTD PPA Sukoharjo
Mei 2025 menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Sukoharjo dengan terbentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Pembentukan ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU...
Warga Bisa Desa Bisa: Memperkuat Kader Komunitas dalam Mendampingi Korban Kekerasan
Di sejumlah desa di Jawa Tengah, kasus kekerasan, khususnya kekerasan seksual, kerap menjadi rahasia yang dijaga rapat-rapat. Korban seringkali memilih diam, umumnya dikarenakan adanya rasa takut dan malu. Dukungan keluarga pun jarang didapat karena kekerasan dianggap...
Ketika Keraguan Bertemu dengan Kepedulian: Pengalaman Kader Komunitas Pertama Kali Mendampingi Korban Kekerasan
Pertama-tama itu saya kurang percaya diri dulu. Karena apa yang mau saya sampaikan, saya harus tahu, tahu lebih lanjut, tahu hal-hal yang mau saya sampaikan. Isinya itu saya harus tahu dulu. Sri Wahyuni Kader Komunitas di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sri adalah...
Memastikan Layanan Pasca Keguguran yang Berkualitas melalui Penyusunan Panduan: Pembelajaran dari Kabupaten Kupang
Dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Yayasan IPAS Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui proyek TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan Nusa Tenggara). Intervensi dilakukan di tiga fasilitas kesehatan, yakni RSUD...
Keterbukaan Puskesmas dalam Menerima Umpan Balik Masyarakat dalam Layanan Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Flores Timur
Yayasan IPAS Indonesia melalui proyek TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan Nusa Tenggara) mendorong perluasan akses kesehatan reproduksi terutama Asuhan Pasca Keguguran (APK) dan Keluarga Berencana (KB) yang berkualitas. Proyek TAKENUSA telah dijalankan...
Memberdayakan Perempuan, Melibatkan Suami: Keterlibatan Laki-laki dalam Program Keluarga Berencana di NTT
Di sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Mama Odiana Nuban yang berusia 27 tahun terkejut mengetahui bahwa ia kembali hamil hanya lima bulan setelah melahirkan anak pertamanya. Kehamilan tersebut tidak direncanakan karena ia harus menunggu persetujuan dari...
Catatan dari Lapangan: Membangun Layanan Berbasis Komunitas untuk Penanganan Kekerasan di Jawa Tengah
Pagi itu, 16 Juli 2025, jalanan menuju Kantor Kelurahan Sonorejo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terasa lenggang. Sonorejo, desa yang dikenal sebagai sentra kerajinan kulit, menjadi salah satu wilayah kerja proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas...
Mekanisme Umpan Balik untuk Mendorong Perbaikan Mutu Layanan Keluarga Berencana dan Asuhan Paska Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan Yayasan CIS Timor Indonesia melakukan Mekanisme Umpan Balik (MUB) terkait dengan layanan kesehatan reproduksi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur. MUB ini merupakan bagian dari proyek...
Berbincang dengan Dinas Kesehatan NTT Soal Asuhan Pasca Keguguran, Keluarga Berencana dan Proyek TAKENUSA
Sejak 2023, Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) serta meningkatkan akses kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB). Kerja sama ini terjalin melalui proyek Tekad Bersama untuk Kesehatan...
Perempuan Merdeka Memilih Kontrasepsi: Cerita dari Mama Mershi di Nusa Tenggara Timur
Mama Mershi Benu (36) memutuskan memilih kontrasepsi mantap atau tubektomi setelah melahirkan anak kelimanya. Sebelumnya, ia menggunakan kontrasepsi suntik lalu beralih ke pil. Hingga kemudian akhirnya memilih kontrasepsi jenis permanen karena ‘kebobolan’ setelah...
Melihat Layanan Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Antara Akses, Pengetahuan dan Tantangan Geografis
Kondisi geografis yang menantang disertai dengan rendahnya pengetahuan masyarakat memperburuk situasi keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dokter Kristina Lawung mengatakan ada tiga pasien keguguran yang datang ke puskesmasnya dalam periode Agustus 2024...
Roda KLOP: Mendampingi Perempuan dalam Menemukan Pilihan Kontrasepsi Terbaik
Hampir 25 tahun, Luiza Tecla Suarez (52) bekerja sebagai bidan di Puskesmas Camplong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari perjalanan panjang kariernya itu, ia belum pernah mengikuti pelatihan, khususnya terkait dengan Keluarga Berencana (KB). “Dan baru ikut...
Kabar Baik dari Program TAKENUSA: Berbagi Pengetahuan untuk Menguatkan Kemampuan Bidan untuk Layanan KB
Semangat no one left behind (tidak ada satupun yang tertinggal) itulah yang ada di dalam benak Bidan Serlina Jawa Mukin. Setelah mengikuti pelatihan Keluarga Berencana (KB) yang diselenggarakan Yayasan IPAS Indonesia pada Desember 2023, ia bersedia membagikan ilmunya...
Cerita Bidan Mery: Konseling Menjadi Kunci dalam Perencanaan Kehamilan di Desa Terpencil
Perencanaan kehamilan menjadi sangat krusial di daerah dengan akses layanan kesehatan reproduksi yang terbatas. Itulah yang menjadi pembelajaran bagi Bidan Mery Amalia Patnay selama berpraktik di Desa Sunu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, sejak 2021. Ia selalu...
Bayang-bayang Mitos Kontrasepsi di Nusa Tenggara Timur
“Informasi yang salah [tentang kontrasepsi] dapat menyebabkan ketakutan kepada masyarakat” kata Mama Oliva Bhanni, Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Linamnutu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dampak kepercayaan...
Jemput Bola untuk Berikan Layanan Kesehatan Ibu Hamil
Guncangan gempa bumi tahun 2018 yang berkekuatan 7,4 Skala Richter di Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, menghancurkan hampir seluruh fasilitas kesehatan setempat. Parahnya, akibat perubahan iklim, kedua kabupaten itu kerap mengalami banjir. Kondisi itu...
Kesehatan Reproduksi Perempuan dalam Pusaran Perubahan Iklim di Sulawesi Tengah
Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada September 2018 tidak hanya mengubah kondisi fisik lanskap wilayah. Tatanan sosial pun berubah karena hampir seluruh warga terpaksa pindah dari rumah mereka demi alasan keamanan. Kondisi ini...
Lika-liku Satgas PPA Desa: Korban KDRT Bolak-balik Cabut Laporan
Ibu Ayu Mentari dilantik menjadi Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak dan Perempuan (Satgas PPA) Desa Kotapulu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 2020. Saat itu ia juga dipercaya sebagai Kepala Urusan Perencanaan desa tersebut. Tiga tahun menjadi Ketua Satgas...
Cerita Penyintas KDRT: 12 Tahun Bertahan Demi Anak-anak
Peringatan: cerita ini berisi pengalaman penyintas KDRT yang bisa memberikan rasa tidak nyaman dan memicu trauma terkait dengan kekerasan saat membaca. Jika Anda merasa tidak nyaman pada saat membaca, silakan berhenti membaca dan memulai lagi lain kali. Jika Anda...
Komitmen Kepala Desa di Kabupaten Sigi Dukung Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak
Bapak Muhammad Taufan baru satu tahun menempati posisinya sebagai Kepala Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Dalam kurun waktu yang singkat itu, ia telah menaikkan anggaran untuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dari Rp 8...
Kisah Ibu Yuni: Mantan Guru yang Memilih Jalan untuk Memperjuangkan Keadilan Perempuan
Gempa bumi yang mengguncang Palu, Sigi, dan Donggala pada 2018 mengubah jalan hidup seorang Ibu Yuni Agustina Djamhuri. Ia memutuskan untuk berhenti menjadi guru lalu berkecimpung untuk memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Ia melihat bagaimana perempuan kerap...
Mendorong Masyarakat Aktif Menyuarakan Isu Kesehatan Reproduksi melalui Musrenbang Desa
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa menjadi proses yang sangat krusial bagi masyarakat. Musrenbang menjadi tahapan awal untuk menampung aspirasi masyarakat, termasuk isu kesehatan reproduksi (kespro) yang kurang melibatkan partisipasi perempuan....
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pasca Gempa Donggala
Lima tahun telah berlalu sejak gempa bumi mengguncang Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pada September 2018. Namun proses pemulihan bagi warga di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, masih menyisakan tantangan. Sejumlah warga masih bertahan di hunian sementara...
Perangi Mitos Kontrasepsi: Kisah Bidan Ria Ajak Suami Dukung Istri untuk Ber-KB
Di sejumlah desa di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pengaruh keputusan laki-laki masih mendominasi apakah perempuan menggunakan kontrasepsi atau tidak. Selama tujuh tahun sebagai bidan desa di Ekateta, Bidan Ria Baik dengan gigih berusaha meruntuhkan dominasi...
Cerita Melalui Lensa: Potret Orang Muda tentang Dampak Krisis Iklim terhadap Kesehatan Reproduksi di Indonesia
Di banyak desa pesisir pedesaan di Indonesia, krisis iklim tidak dapat diabaikan. Masyarakat setempat menghadapi panas ekstrem dan banjir rob yang terus-menerus. Di Kabupaten Sigi dan Donggala, yang berjarak sekitar 2.204 km dari ibu kota Jakarta, kegagalan panen dan...
Perjalanan PEKERTi
Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) merupakan topik yang sering dibicarakan, meski begitu pembahasannya masih fokus pada tataran normatif, seperti tentang pemenuhan HKSR bagi setiap individu dan dikaitkan dengan isu moralitas yang menjadi momok bagi isu HKSR...
































