Layanan kesehatan reproduksi di Indonesia belum merata karena ketimpangan ekonomi dan geografi. Stigma dan akses terbatas pada pengetahuan semakin memperburuk situasi.
Layanan kesehatan reproduksi di Indonesia belum merata karena ketimpangan ekonomi dan geografi. Stigma dan akses terbatas pada pengetahuan semakin memperburuk situasi.
Mengapa keadilan reproduksi?
Dampak kami sejak 2018
Provinsi memiliki pelatih Asuhan Pasca Keguguran
Pelatihan klinis
Penyedia layanan kesehatan terlibat
Peningkatan kapasitas
Perempuan akses layanan
Data per 30 Juni 2025.
Proyek Kekerasan Berbasis Gender dan Sekual (KBGS)
Orang mengakses informasi KBGS
Orang berpartisipasi dalam acara terkait KBGS
Key influencers terlibat
Kasus KBGS ditangani oleh mitra
Orang mengakses layanan
Data per 30 Juni 2025.
Cerita & berita IPAS
Pintu Awal Menuju Layanan yang Berpihak pada Korban: Penyusunan SOP Layanan Kekerasan di UPTD PPA Sukoharjo
Mei 2025 menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Sukoharjo dengan terbentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Pembentukan ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU...
Warga Bisa Desa Bisa: Memperkuat Kader Komunitas dalam Mendampingi Korban Kekerasan
Di sejumlah desa di Jawa Tengah, kasus kekerasan, khususnya kekerasan seksual, kerap menjadi rahasia yang dijaga rapat-rapat. Korban seringkali memilih diam, umumnya dikarenakan adanya rasa takut dan malu. Dukungan keluarga pun jarang didapat karena kekerasan dianggap...
Ketika Keraguan Bertemu dengan Kepedulian: Pengalaman Kader Komunitas Pertama Kali Mendampingi Korban Kekerasan
Pertama-tama itu saya kurang percaya diri dulu. Karena apa yang mau saya sampaikan, saya harus tahu, tahu lebih lanjut, tahu hal-hal yang mau saya sampaikan. Isinya itu saya harus tahu dulu. Sri Wahyuni Kader Komunitas di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sri adalah...
Komitmen Bersama Tingkatkan Akses Informasi dan Layanan Kesehatan Reproduksi yang Inklusif dan Berkualitas di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Soe, Timor Tengah Selatan — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan bersama organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal menyatakan komitmen bersama untuk meningkatkan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif, berkualitas, dan...
Jambore TAKENUSA: Panggung Berbagi Pengalaman Kader dalam Meningkatkan Akses Kesehatan Reproduksi
Selama tiga hari penuh, dari 22 hingga 24 Oktober 2025, sebanyak 100 kader dari empat desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, berkumpul di Niki-niki dalam sebuah kegiatan jambore. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sebuah ruang...
Memastikan Layanan Pasca Keguguran yang Berkualitas melalui Penyusunan Panduan: Pembelajaran dari Kabupaten Kupang
Dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Yayasan IPAS Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui proyek TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan Nusa Tenggara). Intervensi dilakukan di tiga fasilitas kesehatan, yakni RSUD...
Keterbukaan Puskesmas dalam Menerima Umpan Balik Masyarakat dalam Layanan Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Flores Timur
Yayasan IPAS Indonesia melalui proyek TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan Nusa Tenggara) mendorong perluasan akses kesehatan reproduksi terutama Asuhan Pasca Keguguran (APK) dan Keluarga Berencana (KB) yang berkualitas. Proyek TAKENUSA telah dijalankan...
Instagram Live IPAS Indonesia: Respectful Midwifery Care untuk Mendukung Layanan Kesehatan Reproduksi yang Berpusat pada Perempuan
Peran bidan menjadi salah satu kontribusi penting dalam layanan kesehatan reproduksi, terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan, Kepulauan (DTPK) di Indonesia. Mereka bukan hanya membantu persalinan, tetapi juga menjadi penyedia layanan untuk kontrasepsi, bahkan...
Memberdayakan Perempuan, Melibatkan Suami: Keterlibatan Laki-laki dalam Program Keluarga Berencana di NTT
Di sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Mama Odiana Nuban yang berusia 27 tahun terkejut mengetahui bahwa ia kembali hamil hanya lima bulan setelah melahirkan anak pertamanya. Kehamilan tersebut tidak direncanakan karena ia harus menunggu persetujuan dari...












