Layanan kesehatan reproduksi di Indonesia belum merata karena ketimpangan ekonomi dan geografi. Stigma dan akses terbatas pada pengetahuan semakin memperburuk situasi.
Layanan kesehatan reproduksi di Indonesia belum merata karena ketimpangan ekonomi dan geografi. Stigma dan akses terbatas pada pengetahuan semakin memperburuk situasi.
Mengapa keadilan reproduksi?
Dampak kami sejak 2018
Provinsi memiliki pelatih Asuhan Pasca Keguguran
Pelatihan klinis
Penyedia layanan kesehatan terlibat
Peningkatan kapasitas
Perempuan akses layanan
Data per 30 Juni 2025.
Proyek Kekerasan Berbasis Gender dan Sekual (KBGS)
Orang mengakses informasi KBGS
Orang berpartisipasi dalam acara terkait KBGS
Key influencers terlibat
Kasus KBGS ditangani oleh mitra
Orang mengakses layanan
Data per 30 Juni 2025.
Cerita & berita IPAS
DP3AP2KB Kota Surakarta Dukung Proyek ARUNIKA Jadi Program Percontohan Penanganan KBGS
Yayasan IPAS Indonesia mengadakan pertemuan resmi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis, 29 Agustus 2024. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk...
Kolaborasi CIMSA UIN Syarif Hidayatullah dan Yayasan IPAS Indonesia: Promosi Kesehatan Reproduksi kepada Pelajar SMP, Wali Murid dan Guru
Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengajak Yayasan IPAS Indonesia untuk mempromosikan kesehatan reproduksi untuk pelajar SMP, wali murid dan juga guru. Kegiatan dengan tajuk AKSARA (Ayo...
Harapan dari Pelatihan Asuhan Pasca Keguguran Keguguran di NTT: Turunkan Angka Kematian Ibu
Pelatihan Asuhan Pasca Keguguran (APK) Komprehensif di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dilaksanakan pada 9-13 September 2024 di RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes, Kota Kupang. Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan Yayasan IPAS Indonesia kepada Kementerian Kesehatan...
Tingkatkan Ketahanan Kesehatan Reproduksi di Tengah Dampak Krisis Iklim, Yayasan IPAS Indonesia Bermitra dengan Tiga Kabupaten di Sulawesi Tengah
Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia bermitra dengan tiga kabupaten di Sulawesi Tengah untuk meningkatkan ketahanan sistem kesehatan reproduksi di tengah dampak krisis iklim melalui proyek CERAH (Perempuan Cakap dalam Menghadapi Krisis...
Jemput Bola untuk Berikan Layanan Kesehatan Ibu Hamil
Guncangan gempa bumi tahun 2018 yang berkekuatan 7,4 Skala Richter di Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, menghancurkan hampir seluruh fasilitas kesehatan setempat. Parahnya, akibat perubahan iklim, kedua kabupaten itu kerap mengalami banjir. Kondisi itu...
Kesehatan Reproduksi Perempuan dalam Pusaran Perubahan Iklim di Sulawesi Tengah
Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada September 2018 tidak hanya mengubah kondisi fisik lanskap wilayah. Tatanan sosial pun berubah karena hampir seluruh warga terpaksa pindah dari rumah mereka demi alasan keamanan. Kondisi ini...
Lika-liku Satgas PPA Desa: Korban KDRT Bolak-balik Cabut Laporan
Ibu Ayu Mentari dilantik menjadi Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak dan Perempuan (Satgas PPA) Desa Kotapulu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 2020. Saat itu ia juga dipercaya sebagai Kepala Urusan Perencanaan desa tersebut. Tiga tahun menjadi Ketua Satgas...
Cerita Penyintas KDRT: 12 Tahun Bertahan Demi Anak-anak
Peringatan: cerita ini berisi pengalaman penyintas KDRT yang bisa memberikan rasa tidak nyaman dan memicu trauma terkait dengan kekerasan saat membaca. Jika Anda merasa tidak nyaman pada saat membaca, silakan berhenti membaca dan memulai lagi lain kali. Jika Anda...
Komitmen Kepala Desa di Kabupaten Sigi Dukung Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak
Bapak Muhammad Taufan baru satu tahun menempati posisinya sebagai Kepala Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Dalam kurun waktu yang singkat itu, ia telah menaikkan anggaran untuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dari Rp 8...












