Layanan kesehatan reproduksi di Indonesia belum merata karena ketimpangan ekonomi dan geografi. Stigma dan akses terbatas pada pengetahuan semakin memperburuk situasi.
Layanan kesehatan reproduksi di Indonesia belum merata karena ketimpangan ekonomi dan geografi. Stigma dan akses terbatas pada pengetahuan semakin memperburuk situasi.
Mengapa keadilan reproduksi?
Dampak kami sejak 2018
Provinsi memiliki pelatih Asuhan Pasca Keguguran
Pelatihan klinis
Penyedia layanan kesehatan terlibat
Peningkatan kapasitas
Perempuan akses layanan
Data per 30 Juni 2025.
Proyek Kekerasan Berbasis Gender dan Sekual (KBGS)
Orang mengakses informasi KBGS
Orang berpartisipasi dalam acara terkait KBGS
Key influencers terlibat
Kasus KBGS ditangani oleh mitra
Orang mengakses layanan
Data per 30 Juni 2025.
Cerita & berita IPAS
Selamat Jalan Prof. Irwanto
Yayasan IPAS Indonesia kehilangan pendiri sekaligus Ketua Badan Pembina, Prof. Irwanto, Ph.D. Beliau meninggal dunia pada Selasa, 27 Mei 2025, di Jakarta. Rasanya baru kemarin kami meminta Prof. Ir untuk menjadi bagian dari keluarga Yayasan IPAS Indonesia. Tapi momen...
Yayasan IPAS Indonesia Dorong Integrasi Layanan Kekerasan terhadap Perempuan melalui Proyek ARUNIKA
Akses yang komprehensif dan holistik bagi perempuan korban kekerasan merupakan bagian dari Keadilan Reproduksi. Sejak 2018, Yayasan IPAS Indonesia terus bermitra dengan sejumlah pihak untuk mewujudkannya. Salah satu usahanya adalah melalui proyek ARUNIKA (Perempuan...
Yayasan IPAS Indonesia Jadi Narasumber di Grand Lecture National Peer Education Workshop CIMSA
Direktur Eksekutif Yayasan IPAS Indonesia dr. Marcia Soumokil MPH menjadi narasumber Grand Lecture dalam kegiatan National Peer Education Workshop (NPEW) 2025 yang diselenggarakan oleh CIMSA Indonesia pada April 2025 di Yogyakarta. Kegiatan NPEW merupakan agenda dua...
Gubernur Jawa Tengah Dukung Perluasan Model Layanan Komprehensif Bagi Penyintas Kekerasan Seksual untuk Proyek ARUNIKA
Yayasan IPAS Indonesia melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada tanggal 17 April 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Bebas Kekerasan). Proyek...
Aborsi, Patriarki, dan Pilihan Perempuan dalam Keadilan Reproduksi
Ditulis oleh Ghera Imroatusshalihah, Pemenang Lomba Menulis Keadilan Reproduksi Yayasan IPAS Indonesia. Kebijakan mengenai aborsi bagi korban kekerasan seksual di Indonesia seolah menjadi angin segar dengan diterbitkannya...
Saatnya Laki-laki Terlibat dalam Mencapai Keadilan Reproduksi
Ditulis oleh Marindah Putri, Pemenang Lomba Menulis Keadilan Reproduksi Yayasan IPAS Indonesia “Saya kalau pakai KB sakit Kak, rasanya pusing, mual, bahkan sampai muntah” ujar Mba Isma (nama samaran).Mba Isma, adalah seorang ibu dari dua orang anak, berprofesi sebagai...
Puskesmas dan Hak Kesehatan Mental Korban Kekerasan Seksual: Jangan Sampai Terabaikan Akibat Efisiensi Anggaran!
Ditulis oleh Kristian Yudhianto, Pemenang Lomba Menulis Keadilan Reproduksi Yayasan IPAS Indonesia. Baru-baru ini, pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penghematan belanja program pada sejumlah Kementerian dan Lembaga,...
Pengumuman Lomba Menulis: Peringatan Hari Perempuan Internasional
Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Yayasan IPAS Indonesia mengadakan lomba menulis dengan tema Keadilan Reproduksi untuk Semua: Mengupayakan Hak Kesehatan Komprehensif untuk Korban Kekerasan Seksual. Kami telah menerima sebanyak 137 tulisan,...
Melihat Layanan Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Antara Akses, Pengetahuan dan Tantangan Geografis
Kondisi geografis yang menantang disertai dengan rendahnya pengetahuan masyarakat memperburuk situasi keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dokter Kristina Lawung mengatakan ada tiga pasien keguguran yang datang ke puskesmasnya dalam periode Agustus 2024...









