Ditulis oleh Kristian Yudhianto, Pemenang Lomba Menulis Keadilan Reproduksi Yayasan IPAS Indonesia. Baru-baru ini, pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penghematan belanja program pada sejumlah Kementerian dan Lembaga,...
Yayasan IPAS Indonesia
Pengumuman Lomba Menulis: Peringatan Hari Perempuan Internasional
Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Yayasan IPAS Indonesia mengadakan lomba menulis dengan tema Keadilan Reproduksi untuk Semua: Mengupayakan Hak Kesehatan Komprehensif untuk Korban Kekerasan Seksual. Kami telah menerima sebanyak 137 tulisan,...
Melihat Layanan Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Antara Akses, Pengetahuan dan Tantangan Geografis
Kondisi geografis yang menantang disertai dengan rendahnya pengetahuan masyarakat memperburuk situasi keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dokter Kristina Lawung mengatakan ada tiga pasien keguguran yang datang ke puskesmasnya dalam periode Agustus 2024...
Yayasan IPAS Indonesia Selesaikan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Tiga Kabupaten untuk Proyek CERAH
Yayasan IPAS Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong telah menyelesaikan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk proyek CERAH (Climate Emergency Reproductive Rights and Health). Proyek CERAH...
Kolaborasi IPAS Indonesia dan AJI Kota Kupang: Ngabugurit dan Diskusi Bareng Jurnalis soal Kesehatan di NTT
Untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia, Yayasan IPAS Indonesia berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang menyelenggarakan ngabuburit dan diskusi terbatas. Acara yang diselenggarakan pada 7 Maret 2025 di Kota Kupang ini fokus pada peliputan...
Yayasan IPAS Indonesia Lakukan Whole Site Orientation di 12 Fasilitas Kesehatan untuk Mulai Proyek ARUNIKA di Jawa Tengah
Proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) telah diluncurkan pada November 2024. Proyek ini salah satu tujuannya adalah untuk memperkuat layanan kesehatan bagi korban Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) di tiga lokasi di Jawa Tengah:...
Kolaborasi Multi-Stakeholder untuk Merencanakan dan Menganggarkan Program Kesehatan Reproduksi di Nusa Tenggara Timur
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memiliki sejumlah peraturan untuk meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi. Di antaranya adalah Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2018 tentang Sistem Kesehatan Daerah. Dalam Perda tersebut mengatur tentang...
Yayasan IPAS Indonesia Perkenalan Proyek CERAH di 13 Puskesmas dan 3 RSUD di Tiga Kabupaten melalui Whole Site Orientation
Yayasan IPAS Indonesia mengadakan Whole Site Orientation di 13 Puskesmas dan 3 RSUD yang tersebar di Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, dalam rentang waktu Januari hingga Februari 2025.
Yayasan IPAS Indonesia Lakukan Asesmen Layanan Kesehatan bagi Korban Kekerasan di Jawa Tengah
Melalui program ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan), Yayasan IPAS Indonesia melakukan asesmen di 12 fasilitas kesehatan di Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan di lokasi proyek ARUNIKA yakni di Surakarta, Sukoharjo dan Semarang . Kegiatan yang...
Satu Semester 7 Pencapaian: Refleksi Yayasan IPAS dalam Review Tengah Tahun
Yayasan IPAS Indonesia mengadakan review tengah semester pada 10-14 Februari 2025 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merefleksikan sejauh mana pencapaian IPAS Indonesia dalam mewujudkan Keadilan Reproduksi. Selain itu, momen ini juga...
Perkuat Kolaborasi untuk Proyek ARUNIKA dan CERAH, Yayasan IPAS Indonesia Adakan Pertemuan dengan 4 Mitra
Pada November 2024, Yayasan IPAS Indonesia meluncurkan dua proyek di dua provinsi. Pertama adalah proyek CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights and Health) di Palu, Sulawesi Tengah. Kemudian, ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) di...
ARUMBAE: Memperluas Akses Kesehatan bagi Korban Kekerasan di Wilayah Timur Indonesia
Untuk memperluas akses dan layanan kesehatan bagi korban kekerasan di wilayah kepulauan, Yayasan IPAS Indonesia membuat inisiatif baru di Provinsi Maluku. Proyek tersebut bernama ARUMBAE (Perempuan Mampu dan Berdaya untuk Bebas dari Kekerasan). ARUMBAE mulai...
Yayasan IPAS Indonesia Paparkan Dampak Proyek KBGS di Asia-Pacific Academic Consortium on Public Health Conference di Korea Selatan
Mengangkat tema “Shifting Paradigm for Future Society and Community”, Asia-Pacific Academic Consortium on Public Health 2024 menggarisbawahi pentingnya revolusi dalam berbagai aspek di ranah kesehatan masyarakat. Konferensi tersebut diselenggarakan di Busan, Korea...
Roda KLOP: Mendampingi Perempuan dalam Menemukan Pilihan Kontrasepsi Terbaik
Hampir 25 tahun, Luiza Tecla Suarez (52) bekerja sebagai bidan di Puskesmas Camplong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari perjalanan panjang kariernya itu, ia belum pernah mengikuti pelatihan, khususnya terkait dengan Keluarga Berencana (KB). “Dan baru ikut...
Kabar Baik dari Program TAKENUSA: Berbagi Pengetahuan untuk Menguatkan Kemampuan Bidan untuk Layanan KB
Semangat no one left behind (tidak ada satupun yang tertinggal) itulah yang ada di dalam benak Bidan Serlina Jawa Mukin. Setelah mengikuti pelatihan Keluarga Berencana (KB) yang diselenggarakan Yayasan IPAS Indonesia pada Desember 2023, ia bersedia membagikan ilmunya...
Tingkatkan Pemahaman Kader soal Kesehatan Reproduksi, Yayasan IPAS Indonesia Luncurkan Interactive Voice Response
Melalui program TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Perempuan Nusa Tenggara), Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia meluncurkan Kampanye tentang Kesehatan Reproduksi melalui Interactive Voice Response (IVR) di 14 desa di Nusa Tenggara Timur. Tujuan...
Cerita Bidan Mery: Konseling Menjadi Kunci dalam Perencanaan Kehamilan di Desa Terpencil
Perencanaan kehamilan menjadi sangat krusial di daerah dengan akses layanan kesehatan reproduksi yang terbatas. Itulah yang menjadi pembelajaran bagi Bidan Mery Amalia Patnay selama berpraktik di Desa Sunu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, sejak 2021. Ia selalu...
Mengapa Mengedepankan Keluarga Berencana Berbasis Hak dan Sukarela Penting bagi Perempuan?
Pada Agustus 2022, pemerintah Indonesia telah mendeklarasikan komitmennya untuk berkontribusi dalam FP2030, sebuah kemitraan global untuk perencanaan keluarga. Dalam deklarasi tersebut, hingga 2030, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan Keluarga...
Sosialiasi Implementasi Program ARUNIKA di Tiga Kabupaten bersama Mitra
Yayasan IPAS Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi sebagai langkah awal untuk implementasi proyek ARUNIKA pada 17-19 Desember 2024. Sosialisasi ini dilakukan di Kabupaten Semarang, Sukoharjo dan Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, proyek ini telah...
Peringati Hari AIDS Sedunia dan 16 HAKTP, Yayasan IPAS Indonesia dan SCORA CIMSA Gelar Diskusi Aksi Bersama Melindungi Perempuan dari KBGS dan HIV
Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) dan infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) memiliki keterkaitan erat. Korban Kekerasan Berbasis Gender, khususnya yang mengalami kekerasan seksual, memiliki risiko tinggi untuk terpapar HIV, dan sebaliknya, orang yang...
Workshop Pemutakhiran Panduan Praktik Klinis Asuhan Pasca Keguguran dan Perdarahan Pasca Persalinan untuk Rumah Sakit dan Puskesmas di Provinsi NTT
Yayasan IPAS Indonesia menyelenggarakan workshop pemutakhiran Panduan Praktik Klinis (PPK) Asuhan Pasca Keguguran (APK) dan perdarahan pasca persalinan untuk rumah sakit dan Puskesmas di pada 29-30 November 2024 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini bertujuan...
Yayasan IPAS Indonesia Kirim Dignity Kit, Bantu Warga Terdampak Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki
Yayasan IPAS Indonesia turut prihatin dengan meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Dua desa yang masuk dalam intervensi program TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Perempuan Nusa Tenggara), Desa Nobo dan Desa Riang Baring...
Dukung Penanganan Kekerasan Seksual di Jawa Tengah, Program ARUNIKA Diluncurkan
Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia meluncurkan program ARUNIKA (Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Bebas Kekerasan) di Semarang, Jawa Tengah, pada 12 November 2024. Program ini akan dilakukan di Kabupaten Semarang, Kabupaten Sukoharjo, dan...
Luncurkan Program CERAH, Yayasan IPAS Indonesia Hadirkan Talkshow Bertema Pemenuhan Hak Reproduksi Perempuan dalam Menghadapi Krisis Iklim
Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia meluncurkan program CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights and Health/ Krisis Iklim, Hak & Kesehatan Reproduksi) di Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (6/11/2024). Program ini bertujuan untuk...
Mini Festival Keadilan Reproduksi: Kolaborasi untuk Mengupayakan Akses Layanan Kesehatan Komprehensif Bagi Korban Kekerasan Seksual
Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan Jakarta Feminist dan Dokter Tanpa Stigma mengadakan Mini Festival Keadilan Reproduksi pada Minggu, 29 September 2024 di STIK Sint Carolus, Jakarta Pusat. Acara yang didukung oleh Pemerintah Kanada ini bertujuan untuk...
Bayang-bayang Mitos Kontrasepsi di Nusa Tenggara Timur
“Informasi yang salah [tentang kontrasepsi] dapat menyebabkan ketakutan kepada masyarakat” kata Mama Oliva Bhanni, Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Linamnutu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dampak kepercayaan...
DP3AP2KB Kota Surakarta Dukung Proyek ARUNIKA Jadi Program Percontohan Penanganan KBGS
Yayasan IPAS Indonesia mengadakan pertemuan resmi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis, 29 Agustus 2024. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk...
Kolaborasi CIMSA UIN Syarif Hidayatullah dan Yayasan IPAS Indonesia: Promosi Kesehatan Reproduksi kepada Pelajar SMP, Wali Murid dan Guru
Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengajak Yayasan IPAS Indonesia untuk mempromosikan kesehatan reproduksi untuk pelajar SMP, wali murid dan juga guru. Kegiatan dengan tajuk AKSARA (Ayo...
Harapan dari Pelatihan Asuhan Pasca Keguguran Keguguran di NTT: Turunkan Angka Kematian Ibu
Pelatihan Asuhan Pasca Keguguran (APK) Komprehensif di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dilaksanakan pada 9-13 September 2024 di RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes, Kota Kupang. Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan Yayasan IPAS Indonesia kepada Kementerian Kesehatan...
Tingkatkan Ketahanan Kesehatan Reproduksi di Tengah Dampak Krisis Iklim, Yayasan IPAS Indonesia Bermitra dengan Tiga Kabupaten di Sulawesi Tengah
Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia bermitra dengan tiga kabupaten di Sulawesi Tengah untuk meningkatkan ketahanan sistem kesehatan reproduksi di tengah dampak krisis iklim melalui proyek CERAH (Perempuan Cakap dalam Menghadapi Krisis...
Jemput Bola untuk Berikan Layanan Kesehatan Ibu Hamil
Guncangan gempa bumi tahun 2018 yang berkekuatan 7,4 Skala Richter di Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, menghancurkan hampir seluruh fasilitas kesehatan setempat. Parahnya, akibat perubahan iklim, kedua kabupaten itu kerap mengalami banjir. Kondisi itu...
Kesehatan Reproduksi Perempuan dalam Pusaran Perubahan Iklim di Sulawesi Tengah
Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada September 2018 tidak hanya mengubah kondisi fisik lanskap wilayah. Tatanan sosial pun berubah karena hampir seluruh warga terpaksa pindah dari rumah mereka demi alasan keamanan. Kondisi ini...
Lika-liku Satgas PPA Desa: Korban KDRT Bolak-balik Cabut Laporan
Ibu Ayu Mentari dilantik menjadi Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak dan Perempuan (Satgas PPA) Desa Kotapulu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 2020. Saat itu ia juga dipercaya sebagai Kepala Urusan Perencanaan desa tersebut. Tiga tahun menjadi Ketua Satgas...
Cerita Penyintas KDRT: 12 Tahun Bertahan Demi Anak-anak
Peringatan: cerita ini berisi pengalaman penyintas KDRT yang bisa memberikan rasa tidak nyaman dan memicu trauma terkait dengan kekerasan saat membaca. Jika Anda merasa tidak nyaman pada saat membaca, silakan berhenti membaca dan memulai lagi lain kali. Jika Anda...
Komitmen Kepala Desa di Kabupaten Sigi Dukung Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak
Bapak Muhammad Taufan baru satu tahun menempati posisinya sebagai Kepala Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Dalam kurun waktu yang singkat itu, ia telah menaikkan anggaran untuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dari Rp 8...
Kisah Ibu Yuni: Mantan Guru yang Memilih Jalan untuk Memperjuangkan Keadilan Perempuan
Gempa bumi yang mengguncang Palu, Sigi, dan Donggala pada 2018 mengubah jalan hidup seorang Ibu Yuni Agustina Djamhuri. Ia memutuskan untuk berhenti menjadi guru lalu berkecimpung untuk memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Ia melihat bagaimana perempuan kerap...


































