Mei 2025 menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Sukoharjo dengan terbentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Pembentukan ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU...
Yayasan IPAS Indonesia
Warga Bisa Desa Bisa: Memperkuat Kader Komunitas dalam Mendampingi Korban Kekerasan
Di sejumlah desa di Jawa Tengah, kasus kekerasan, khususnya kekerasan seksual, kerap menjadi rahasia yang dijaga rapat-rapat. Korban seringkali memilih diam, umumnya dikarenakan adanya rasa takut dan malu. Dukungan keluarga pun jarang didapat karena kekerasan dianggap...
Ketika Keraguan Bertemu dengan Kepedulian: Pengalaman Kader Komunitas Pertama Kali Mendampingi Korban Kekerasan
Pertama-tama itu saya kurang percaya diri dulu. Karena apa yang mau saya sampaikan, saya harus tahu, tahu lebih lanjut, tahu hal-hal yang mau saya sampaikan. Isinya itu saya harus tahu dulu. Sri Wahyuni Kader Komunitas di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sri adalah...
Komitmen Bersama Tingkatkan Akses Informasi dan Layanan Kesehatan Reproduksi yang Inklusif dan Berkualitas di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Soe, Timor Tengah Selatan — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan bersama organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal menyatakan komitmen bersama untuk meningkatkan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif, berkualitas, dan...
Jambore TAKENUSA: Panggung Berbagi Pengalaman Kader dalam Meningkatkan Akses Kesehatan Reproduksi
Selama tiga hari penuh, dari 22 hingga 24 Oktober 2025, sebanyak 100 kader dari empat desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, berkumpul di Niki-niki dalam sebuah kegiatan jambore. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sebuah ruang...
Memastikan Layanan Pasca Keguguran yang Berkualitas melalui Penyusunan Panduan: Pembelajaran dari Kabupaten Kupang
Dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Yayasan IPAS Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui proyek TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan Nusa Tenggara). Intervensi dilakukan di tiga fasilitas kesehatan, yakni RSUD...
Keterbukaan Puskesmas dalam Menerima Umpan Balik Masyarakat dalam Layanan Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Flores Timur
Yayasan IPAS Indonesia melalui proyek TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan Nusa Tenggara) mendorong perluasan akses kesehatan reproduksi terutama Asuhan Pasca Keguguran (APK) dan Keluarga Berencana (KB) yang berkualitas. Proyek TAKENUSA telah dijalankan...
Instagram Live IPAS Indonesia: Respectful Midwifery Care untuk Mendukung Layanan Kesehatan Reproduksi yang Berpusat pada Perempuan
Peran bidan menjadi salah satu kontribusi penting dalam layanan kesehatan reproduksi, terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan, Kepulauan (DTPK) di Indonesia. Mereka bukan hanya membantu persalinan, tetapi juga menjadi penyedia layanan untuk kontrasepsi, bahkan...
Memberdayakan Perempuan, Melibatkan Suami: Keterlibatan Laki-laki dalam Program Keluarga Berencana di NTT
Di sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Mama Odiana Nuban yang berusia 27 tahun terkejut mengetahui bahwa ia kembali hamil hanya lima bulan setelah melahirkan anak pertamanya. Kehamilan tersebut tidak direncanakan karena ia harus menunggu persetujuan dari...
Catatan dari Lapangan: Membangun Layanan Berbasis Komunitas untuk Penanganan Kekerasan di Jawa Tengah
Pagi itu, 16 Juli 2025, jalanan menuju Kantor Kelurahan Sonorejo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terasa lenggang. Sonorejo, desa yang dikenal sebagai sentra kerajinan kulit, menjadi salah satu wilayah kerja proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas...
Pelatihan Layanan Kontrsepsi Bagi Bidan di Tiga Kabupaten di Sulawesi Tengah
Yayasan IPAS Indonesia menggelar pelatihan layanan kontrasepsi untuk proyek CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights, and Health/Krisis Iklim, Hak dan Kesehatan Reproduksi) pada April hingga Agustus 2025 di Palu, Sulawesi Tengah. Proyek CERAH diluncurkan pada...
Yayasan IPAS Indonesia Luncurkan Proyek ARUMBAE di Maluku: Perkuat Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Wilayah Kepulauan
Ambon, 3 September 2025 — Yayasan IPAS Indonesia secara resmi meluncurkan proyek ARUMBAE (Perempuan Mampu dan Berdaya untuk Bebas dari Kekerasan) di Provinsi Maluku. Proyek ini bertujuan memperkuat sistem penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,...
Mekanisme Umpan Balik untuk Mendorong Perbaikan Mutu Layanan Keluarga Berencana dan Asuhan Paska Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan Yayasan CIS Timor Indonesia melakukan Mekanisme Umpan Balik (MUB) terkait dengan layanan kesehatan reproduksi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur. MUB ini merupakan bagian dari proyek...
Berbincang dengan Dinas Kesehatan NTT Soal Asuhan Pasca Keguguran, Keluarga Berencana dan Proyek TAKENUSA
Sejak 2023, Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) serta meningkatkan akses kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB). Kerja sama ini terjalin melalui proyek Tekad Bersama untuk Kesehatan...
Perempuan Merdeka Memilih Kontrasepsi: Cerita dari Mama Mershi di Nusa Tenggara Timur
Mama Mershi Benu (36) memutuskan memilih kontrasepsi mantap atau tubektomi setelah melahirkan anak kelimanya. Sebelumnya, ia menggunakan kontrasepsi suntik lalu beralih ke pil. Hingga kemudian akhirnya memilih kontrasepsi jenis permanen karena ‘kebobolan’ setelah...
Health Rangers: Sebuah Inisiatif Agar Remaja di Jawa Tengah Merdeka dari Kekerasan
Pada 2024, sebanyak 1.349 anak-anak di Jawa Tengah menjadi korban kekerasan. Dari angka tersebut, kekerasan seksual merupakan jenis kekerasan yang paling tinggi, yakni 746 kasus. Secara nasional, Jawa Tengah menjadi provinsi ketiga dengan kasus kekerasan terhadap anak...
Selamat Jalan Prof. Irwanto
Yayasan IPAS Indonesia kehilangan pendiri sekaligus Ketua Badan Pembina, Prof. Irwanto, Ph.D. Beliau meninggal dunia pada Selasa, 27 Mei 2025, di Jakarta. Rasanya baru kemarin kami meminta Prof. Ir untuk menjadi bagian dari keluarga Yayasan IPAS Indonesia. Tapi momen...
Yayasan IPAS Indonesia Dorong Integrasi Layanan Kekerasan terhadap Perempuan melalui Proyek ARUNIKA
Akses yang komprehensif dan holistik bagi perempuan korban kekerasan merupakan bagian dari Keadilan Reproduksi. Sejak 2018, Yayasan IPAS Indonesia terus bermitra dengan sejumlah pihak untuk mewujudkannya. Salah satu usahanya adalah melalui proyek ARUNIKA (Perempuan...
Yayasan IPAS Indonesia Jadi Narasumber di Grand Lecture National Peer Education Workshop CIMSA
Direktur Eksekutif Yayasan IPAS Indonesia dr. Marcia Soumokil MPH menjadi narasumber Grand Lecture dalam kegiatan National Peer Education Workshop (NPEW) 2025 yang diselenggarakan oleh CIMSA Indonesia pada April 2025 di Yogyakarta. Kegiatan NPEW merupakan agenda dua...
Gubernur Jawa Tengah Dukung Perluasan Model Layanan Komprehensif Bagi Penyintas Kekerasan Seksual untuk Proyek ARUNIKA
Yayasan IPAS Indonesia melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada tanggal 17 April 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Bebas Kekerasan). Proyek...
Aborsi, Patriarki, dan Pilihan Perempuan dalam Keadilan Reproduksi
Ditulis oleh Ghera Imroatusshalihah, Pemenang Lomba Menulis Keadilan Reproduksi Yayasan IPAS Indonesia. Kebijakan mengenai aborsi bagi korban kekerasan seksual di Indonesia seolah menjadi angin segar dengan diterbitkannya...
Saatnya Laki-laki Terlibat dalam Mencapai Keadilan Reproduksi
Ditulis oleh Marindah Putri, Pemenang Lomba Menulis Keadilan Reproduksi Yayasan IPAS Indonesia “Saya kalau pakai KB sakit Kak, rasanya pusing, mual, bahkan sampai muntah” ujar Mba Isma (nama samaran).Mba Isma, adalah seorang ibu dari dua orang anak, berprofesi sebagai...
Puskesmas dan Hak Kesehatan Mental Korban Kekerasan Seksual: Jangan Sampai Terabaikan Akibat Efisiensi Anggaran!
Ditulis oleh Kristian Yudhianto, Pemenang Lomba Menulis Keadilan Reproduksi Yayasan IPAS Indonesia. Baru-baru ini, pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penghematan belanja program pada sejumlah Kementerian dan Lembaga,...
Pengumuman Lomba Menulis: Peringatan Hari Perempuan Internasional
Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Yayasan IPAS Indonesia mengadakan lomba menulis dengan tema Keadilan Reproduksi untuk Semua: Mengupayakan Hak Kesehatan Komprehensif untuk Korban Kekerasan Seksual. Kami telah menerima sebanyak 137 tulisan,...
Melihat Layanan Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Antara Akses, Pengetahuan dan Tantangan Geografis
Kondisi geografis yang menantang disertai dengan rendahnya pengetahuan masyarakat memperburuk situasi keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dokter Kristina Lawung mengatakan ada tiga pasien keguguran yang datang ke puskesmasnya dalam periode Agustus 2024...
Yayasan IPAS Indonesia Selesaikan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Tiga Kabupaten untuk Proyek CERAH
Yayasan IPAS Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong telah menyelesaikan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk proyek CERAH (Climate Emergency Reproductive Rights and Health). Proyek CERAH...
Kolaborasi IPAS Indonesia dan AJI Kota Kupang: Ngabugurit dan Diskusi Bareng Jurnalis soal Kesehatan di NTT
Untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia, Yayasan IPAS Indonesia berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang menyelenggarakan ngabuburit dan diskusi terbatas. Acara yang diselenggarakan pada 7 Maret 2025 di Kota Kupang ini fokus pada peliputan...
Yayasan IPAS Indonesia Lakukan Whole Site Orientation di 12 Fasilitas Kesehatan untuk Mulai Proyek ARUNIKA di Jawa Tengah
Proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) telah diluncurkan pada November 2024. Proyek ini salah satu tujuannya adalah untuk memperkuat layanan kesehatan bagi korban Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) di tiga lokasi di Jawa Tengah:...
Kolaborasi Multi-Stakeholder untuk Merencanakan dan Menganggarkan Program Kesehatan Reproduksi di Nusa Tenggara Timur
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memiliki sejumlah peraturan untuk meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi. Di antaranya adalah Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2018 tentang Sistem Kesehatan Daerah. Dalam Perda tersebut mengatur tentang...
Yayasan IPAS Indonesia Perkenalan Proyek CERAH di 13 Puskesmas dan 3 RSUD di Tiga Kabupaten melalui Whole Site Orientation
Yayasan IPAS Indonesia mengadakan Whole Site Orientation di 13 Puskesmas dan 3 RSUD yang tersebar di Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, dalam rentang waktu Januari hingga Februari 2025.
Yayasan IPAS Indonesia Lakukan Asesmen Layanan Kesehatan bagi Korban Kekerasan di Jawa Tengah
Melalui program ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan), Yayasan IPAS Indonesia melakukan asesmen di 12 fasilitas kesehatan di Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan di lokasi proyek ARUNIKA yakni di Surakarta, Sukoharjo dan Semarang . Kegiatan yang...
Satu Semester 7 Pencapaian: Refleksi Yayasan IPAS dalam Review Tengah Tahun
Yayasan IPAS Indonesia mengadakan review tengah semester pada 10-14 Februari 2025 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merefleksikan sejauh mana pencapaian IPAS Indonesia dalam mewujudkan Keadilan Reproduksi. Selain itu, momen ini juga...
Perkuat Kolaborasi untuk Proyek ARUNIKA dan CERAH, Yayasan IPAS Indonesia Adakan Pertemuan dengan 4 Mitra
Pada November 2024, Yayasan IPAS Indonesia meluncurkan dua proyek di dua provinsi. Pertama adalah proyek CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights and Health) di Palu, Sulawesi Tengah. Kemudian, ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) di...
ARUMBAE: Memperluas Akses Kesehatan bagi Korban Kekerasan di Wilayah Timur Indonesia
Untuk memperluas akses dan layanan kesehatan bagi korban kekerasan di wilayah kepulauan, Yayasan IPAS Indonesia membuat inisiatif baru di Provinsi Maluku. Proyek tersebut bernama ARUMBAE (Perempuan Mampu dan Berdaya untuk Bebas dari Kekerasan). ARUMBAE mulai...
Yayasan IPAS Indonesia Paparkan Dampak Proyek KBGS di Asia-Pacific Academic Consortium on Public Health Conference di Korea Selatan
Mengangkat tema “Shifting Paradigm for Future Society and Community”, Asia-Pacific Academic Consortium on Public Health 2024 menggarisbawahi pentingnya revolusi dalam berbagai aspek di ranah kesehatan masyarakat. Konferensi tersebut diselenggarakan di Busan, Korea...
Roda KLOP: Mendampingi Perempuan dalam Menemukan Pilihan Kontrasepsi Terbaik
Hampir 25 tahun, Luiza Tecla Suarez (52) bekerja sebagai bidan di Puskesmas Camplong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari perjalanan panjang kariernya itu, ia belum pernah mengikuti pelatihan, khususnya terkait dengan Keluarga Berencana (KB). “Dan baru ikut...
































