Berita dan Cerita IPAS
Yayasan IPAS Indonesia Luncurkan Proyek ARUMBAE di Maluku: Perkuat Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Wilayah Kepulauan
Ambon, 3 September 2025 — Yayasan IPAS Indonesia secara resmi meluncurkan proyek ARUMBAE (Perempuan Mampu dan Berdaya untuk Bebas dari Kekerasan) di Provinsi Maluku. Proyek ini bertujuan memperkuat sistem penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,...
Mekanisme Umpan Balik untuk Mendorong Perbaikan Mutu Layanan Keluarga Berencana dan Asuhan Paska Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan Yayasan CIS Timor Indonesia melakukan Mekanisme Umpan Balik (MUB) terkait dengan layanan kesehatan reproduksi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur. MUB ini merupakan bagian dari proyek...
Diskusi Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Reproduksi Bersama dengan Akademisi di Kabupaten Sigi
Yayasan Merah Putih (YMP) Sulawesi Tengah, mitra Yayasan IPAS Indonesia untuk program CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights and Health/ Krisis Iklim, Hak & Kesehatan Reproduksi), menggelar diskusi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan reproduksi di Kantor...
Berbincang dengan Dinas Kesehatan NTT Soal Asuhan Pasca Keguguran, Keluarga Berencana dan Proyek TAKENUSA
Sejak 2023, Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) serta meningkatkan akses kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB). Kerja sama ini terjalin melalui proyek Tekad Bersama untuk Kesehatan...
Perempuan Merdeka Memilih Kontrasepsi: Cerita dari Mama Mershi di Nusa Tenggara Timur
Mama Mershi Benu (36) memutuskan memilih kontrasepsi mantap atau tubektomi setelah melahirkan anak kelimanya. Sebelumnya, ia menggunakan kontrasepsi suntik lalu beralih ke pil. Hingga kemudian akhirnya memilih kontrasepsi jenis permanen karena ‘kebobolan’ setelah...
Peringati International Youth Day, Orang Muda di Jawa Tengah Suarakan Ruang Aman Bebas dari Kekerasan
Mari kita berani speak up, percayalah pasti punya ruang aman, suarakanlah!,” itulah pesan yang disampaikan oleh Asyifa Azdkiah Haqiqi, panitia kegiatan “We Speak Up Because We Matter: Remaja Berdaya Bebas dari Kekerasan”. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati International Youth Day yang jatuh pada 12 Agustus.
Health Rangers: Sebuah Inisiatif Agar Remaja di Jawa Tengah Merdeka dari Kekerasan
Pada 2024, sebanyak 1.349 anak-anak di Jawa Tengah menjadi korban kekerasan. Dari angka tersebut, kekerasan seksual merupakan jenis kekerasan yang paling tinggi, yakni 746 kasus. Secara nasional, Jawa Tengah menjadi provinsi ketiga dengan kasus kekerasan terhadap anak...
Selamat Jalan Prof. Irwanto
Yayasan IPAS Indonesia kehilangan pendiri sekaligus Ketua Badan Pembina, Prof. Irwanto, Ph.D. Beliau meninggal dunia pada Selasa, 27 Mei 2025, di Jakarta. Rasanya baru kemarin kami meminta Prof. Ir untuk menjadi bagian dari keluarga Yayasan IPAS Indonesia. Tapi momen...
Yayasan IPAS Indonesia Dorong Integrasi Layanan Kekerasan terhadap Perempuan melalui Proyek ARUNIKA
Akses yang komprehensif dan holistik bagi perempuan korban kekerasan merupakan bagian dari Keadilan Reproduksi. Sejak 2018, Yayasan IPAS Indonesia terus bermitra dengan sejumlah pihak untuk mewujudkannya. Salah satu usahanya adalah melalui proyek ARUNIKA (Perempuan...








