Berbagi Praktik Baik Layanan Asuhan Pasca Keguguran, Kontrasepsi, dan Kesehatan bagi Korban Kekerasan dari 21 Puskesmas di Empat Provinsi Indonesia

Juli 3, 2026

Penguatan sistem kesehatan reproduksi menjadi salah satu elemen penting agar perempuan dan remaja perempuan dapat mengambil keputusan terkait tubuhnya sendiri. Dengan demikian, mereka dapat mengakses layanan yang berkualitas, sesuai kebutuhan, dan bebas dari stigma.

Sejak didirikan pada 2018, Yayasan IPAS Indonesia terus mendorong peningkatan akses terhadap layanan Asuhan Pasca Keguguran (APK), kontrasepsi, dan layanan kesehatan bagi penyintas Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) melalui kolaborasi dengan pemerintah dan fasilitas kesehatan.

Pada 20–21 Mei 2026, sebanyak 26 puskesmas dari empat provinsi wilayah proyek IPAS Indonesia—Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku—berkumpul untuk berbagi praktik baik terkait ketiga layanan tersebut, termasuk layanan kesehatan reproduksi remaja dan layanan dalam situasi bencana.

Direktur Eksekutif Yayasan IPAS Indonesia, dr. Marcia Soumokil, MPH, mengatakan bahwa pertemuan ini penting karena penguatan layanan kesehatan reproduksi perlu dimulai dari tingkat layanan primer.

“Ketika layanan primer menjadi lebih inklusif, responsif, aman, dan berpusat pada perempuan, kita tidak hanya memperkuat sistem kesehatan, tetapi juga memperkuat martabat, keselamatan, dan masa depan perempuan serta remaja perempuan Indonesia,” ujar dr. Marcia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi MPHM mengatakan bahwa pertemuan ini sangat bermanfaat karena melibatkan peserta dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Menurutnya, forum ini menjadi ruang pertukaran informasi antara pembuat kebijakan di tingkat pusat dan para pelaksana layanan di daerah.

“Dari tataran implementasi daerah bisa saling belajar mana pendekatan yang bagus, daerah lain bisa belajar dari situ,” tegasnya.

Sesi utama dalam pertemuan ini berupa diskusi baik di kelas pleno maupun kelompok kecil berdasarkan tema-tema tertentu. Misalnya, terdapat sesi khusus mengenai penguatan layanan Asuhan Pasca Keguguran, serta sesi berbagi praktik baik mengenai layanan kesehatan reproduksi remaja.

Salah satu peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Emilia H. Hamid, A.Md.Keb menyampaikan bahwa ia mendapatkan banyak pembelajaran, terutama terkait layanan kesehatan reproduksi remaja.

“Saya tertarik dengan pembelajaran terkait kesehatan reproduksi remaja karena di tempat kami isu ini masih perlu diperkuat. Dalam diskusi dan pemaparan, kami melihat banyak praktik baik dari daerah lain terkait kesehatan reproduksi remaja dan penanganan kekerasan terhadap anak dan remaja. Ini menjadi masukan yang sangat baik bagi kami,” ujarnya.

Poster Praktik Baik

21 dari 26 puskesmas yang hadir juga membagikan praktik baiknya melalui poster. Masing-masing poster bisa dilihat dari tautan di bawah ini sesuai dengan kategori.

Kategori Inovasi

Fokus: pendekatan baru, penggunaan teknologi/metode kreatif, atau pengembangan mekanisme layanan yang unik.

Puskesmas Sibela - Jawa Tengah

Pengembangan Teknologi dalam Layanan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak – Kekerasan Seksual

Puskesmas Gilingan - Jawa Tengah

Sahabat SAPA: Sharing Hangat Bahas Tuntas
STOP KtPA

Puskesmas Jayengan - Jawa Tengah

Layanan Konseling Psikolog bagi Korban Kekerasan

Puskesmas Tompe – Sulawesi Tengah

Konseling Remaja untuk Menurunkan Angka Kehamilan Tidak Direncanakan

Puskesmas Sulamu – Nusa Tenggara Timur

Komunikasi Efektif dan Roda Klop Meningkatkan jumlah Akseptor KB MKJP

Kategori: Dampak pada Komunitas

Fokus: perubahan nyata di masyarakat, peningkatan akses layanan, perubahan perilaku, atau manfaat langsung bagi kelompok sasaran.

Puskesmas Bergas - Jawa Tengah

Stop Kekerasan, Mari Berani Melapor

Puskesmas Banpres – Sulawesi Tengah

Penguatan Kolaborasi untuk Pelayanan Kontrasepsi Berpusat pada Perempuan

Puskesmas Torue - Sulawesi Tengah

Keluarga Berencana Tanggung Jawab Bersama: Penguatan Peran Laki-Laki

Puskesmas Camplong – Nusa Tenggara Timur

Peningkatan Penggunaan KB Pasca Salin melalui Konseling

Puskesmas Waiwerang – Nusa Tenggara Timur

Bidan Peduli Pakai Hati

Puskesmas Sukoharjo - Jawa Tengah

Penguatan Sistem Rujukan dan Pendampingan Kasus

Kategori Inpirasi

Fokus: praktik sederhana namun kuat, membangun semangat perubahan, ketangguhan tenaga kesehatan, dan pembelajaran yang dapat direplikasi.

Puskesmas Nusukan - Jawa Tengah

Kunjungan Awal Lindungi Anda dan Keluarga

Puskesmas Nokilalaki – Sulawesi Tengah

Penguatan Layanan Kesehatan Reproduksi di Wilayah Terpencil

Puskesmas Ritaebang - Nusa Tenggara Timur

Penguatan Jejaring dan Rujukan Pelayanan Kesehatan Reproduksi

Kategori: Kolaborasi

Fokus: kerja sama lintas sektor, jejaring rujukan, kemitraan komunitas, dan penguatan koordinasi.

Puskesmas Kartasura - Jawa Tengah

Kolaborasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Penguatan Layanan

Puskesmas Pajang - Jawa Tengah

Layanan Kesehatan Reproduksi Ramah Remaja

Puskesmas Ambarawa - Jawa Tengah

Penguatan Layanan Kesehatan Reproduksi Terintegrasi

Puskesmas Oinlasi – Nusa Tenggara Timur

Kerja Sama Lintas Sektor untuk Layanan Keluarga Berencana, Asuhan Pasca Keguguran, dan Kesehatan Reproduksi

Puskesmas Gonenggati Donggala - Sulawesi Tengah

Kolaborasi Penguatan Pelayanan Kontrasepsi di Kabupaten Donggala

Puskesmas Ile Bura – Nusa Tenggara Timur

Kepedulian bersama untuk Asuhan Pasca Keguguran

Puskesmas Panite – Nusa Tenggara Timur

Tidak Melepas Rujukan Berkelanjutan untuk Layanan APK yang Komprehensif