Ketika Keraguan Bertemu dengan Kepedulian: Pengalaman Kader Komunitas Pertama Kali Mendampingi Korban Kekerasan
Pertama-tama itu saya kurang percaya diri dulu. Karena apa yang mau saya sampaikan, saya harus tahu, tahu lebih lanjut, tahu hal-hal yang mau saya sampaikan. Isinya itu saya harus tahu dulu. Sri Wahyuni Kader Komunitas di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sri adalah...
Memastikan Layanan Pasca Keguguran yang Berkualitas melalui Penyusunan Panduan: Pembelajaran dari Kabupaten Kupang
Dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Yayasan IPAS Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui proyek TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan Nusa Tenggara). Intervensi dilakukan di tiga fasilitas kesehatan, yakni RSUD...
Keterbukaan Puskesmas dalam Menerima Umpan Balik Masyarakat dalam Layanan Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Flores Timur
Yayasan IPAS Indonesia melalui proyek TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan Nusa Tenggara) mendorong perluasan akses kesehatan reproduksi terutama Asuhan Pasca Keguguran (APK) dan Keluarga Berencana (KB) yang berkualitas. Proyek TAKENUSA telah dijalankan...
Memberdayakan Perempuan, Melibatkan Suami: Keterlibatan Laki-laki dalam Program Keluarga Berencana di NTT
Di sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Mama Odiana Nuban yang berusia 27 tahun terkejut mengetahui bahwa ia kembali hamil hanya lima bulan setelah melahirkan anak pertamanya. Kehamilan tersebut tidak direncanakan karena ia harus menunggu persetujuan dari...
Catatan dari Lapangan: Membangun Layanan Berbasis Komunitas untuk Penanganan Kekerasan di Jawa Tengah
Pagi itu, 16 Juli 2025, jalanan menuju Kantor Kelurahan Sonorejo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terasa lenggang. Sonorejo, desa yang dikenal sebagai sentra kerajinan kulit, menjadi salah satu wilayah kerja proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas...
Mekanisme Umpan Balik untuk Mendorong Perbaikan Mutu Layanan Keluarga Berencana dan Asuhan Paska Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan Yayasan CIS Timor Indonesia melakukan Mekanisme Umpan Balik (MUB) terkait dengan layanan kesehatan reproduksi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur. MUB ini merupakan bagian dari proyek...
Berbincang dengan Dinas Kesehatan NTT Soal Asuhan Pasca Keguguran, Keluarga Berencana dan Proyek TAKENUSA
Sejak 2023, Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) serta meningkatkan akses kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB). Kerja sama ini terjalin melalui proyek Tekad Bersama untuk Kesehatan...
Perempuan Merdeka Memilih Kontrasepsi: Cerita dari Mama Mershi di Nusa Tenggara Timur
Mama Mershi Benu (36) memutuskan memilih kontrasepsi mantap atau tubektomi setelah melahirkan anak kelimanya. Sebelumnya, ia menggunakan kontrasepsi suntik lalu beralih ke pil. Hingga kemudian akhirnya memilih kontrasepsi jenis permanen karena ‘kebobolan’ setelah...
Melihat Layanan Keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Antara Akses, Pengetahuan dan Tantangan Geografis
Kondisi geografis yang menantang disertai dengan rendahnya pengetahuan masyarakat memperburuk situasi keguguran di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dokter Kristina Lawung mengatakan ada tiga pasien keguguran yang datang ke puskesmasnya dalam periode Agustus 2024...








