Perkuat Kolaborasi untuk Proyek ARUNIKA dan CERAH, Yayasan IPAS Indonesia Adakan Pertemuan dengan 4 Mitra
Pada November 2024, Yayasan IPAS Indonesia meluncurkan dua proyek di dua provinsi. Pertama adalah proyek CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights and Health) di Palu, Sulawesi Tengah. Kemudian, ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) di...
ARUMBAE: Memperluas Akses Kesehatan bagi Korban Kekerasan di Wilayah Timur Indonesia
Untuk memperluas akses dan layanan kesehatan bagi korban kekerasan di wilayah kepulauan, Yayasan IPAS Indonesia membuat inisiatif baru di Provinsi Maluku. Proyek tersebut bernama ARUMBAE (Perempuan Mampu dan Berdaya untuk Bebas dari Kekerasan). ARUMBAE mulai...
Yayasan IPAS Indonesia Paparkan Dampak Proyek KBGS di Asia-Pacific Academic Consortium on Public Health Conference di Korea Selatan
Mengangkat tema “Shifting Paradigm for Future Society and Community”, Asia-Pacific Academic Consortium on Public Health 2024 menggarisbawahi pentingnya revolusi dalam berbagai aspek di ranah kesehatan masyarakat. Konferensi tersebut diselenggarakan di Busan, Korea...
Tingkatkan Pemahaman Kader soal Kesehatan Reproduksi, Yayasan IPAS Indonesia Luncurkan Interactive Voice Response
Melalui program TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Perempuan Nusa Tenggara), Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia meluncurkan Kampanye tentang Kesehatan Reproduksi melalui Interactive Voice Response (IVR) di 14 desa di Nusa Tenggara Timur. Tujuan...
Sosialiasi Implementasi Program ARUNIKA di Tiga Kabupaten bersama Mitra
Yayasan IPAS Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi sebagai langkah awal untuk implementasi proyek ARUNIKA pada 17-19 Desember 2024. Sosialisasi ini dilakukan di Kabupaten Semarang, Sukoharjo dan Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, proyek ini telah...
Peringati Hari AIDS Sedunia dan 16 HAKTP, Yayasan IPAS Indonesia dan SCORA CIMSA Gelar Diskusi Aksi Bersama Melindungi Perempuan dari KBGS dan HIV
Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) dan infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) memiliki keterkaitan erat. Korban Kekerasan Berbasis Gender, khususnya yang mengalami kekerasan seksual, memiliki risiko tinggi untuk terpapar HIV, dan sebaliknya, orang yang...
Workshop Pemutakhiran Panduan Praktik Klinis Asuhan Pasca Keguguran dan Perdarahan Pasca Persalinan untuk Rumah Sakit dan Puskesmas di Provinsi NTT
Yayasan IPAS Indonesia menyelenggarakan workshop pemutakhiran Panduan Praktik Klinis (PPK) Asuhan Pasca Keguguran (APK) dan perdarahan pasca persalinan untuk rumah sakit dan Puskesmas di pada 29-30 November 2024 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini bertujuan...
Yayasan IPAS Indonesia Kirim Dignity Kit, Bantu Warga Terdampak Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki
Yayasan IPAS Indonesia turut prihatin dengan meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Dua desa yang masuk dalam intervensi program TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Perempuan Nusa Tenggara), Desa Nobo dan Desa Riang Baring...
Dukung Penanganan Kekerasan Seksual di Jawa Tengah, Program ARUNIKA Diluncurkan
Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia meluncurkan program ARUNIKA (Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Bebas Kekerasan) di Semarang, Jawa Tengah, pada 12 November 2024. Program ini akan dilakukan di Kabupaten Semarang, Kabupaten Sukoharjo, dan...









