Sosialiasi Implementasi Program ARUNIKA di Tiga Kabupaten bersama Mitra

Yayasan IPAS Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi sebagai langkah awal untuk implementasi proyek ARUNIKA pada 17-19 Desember 2024. Sosialisasi ini dilakukan di Kabupaten Semarang, Sukoharjo dan Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, proyek ini telah diluncurkan pada 12 November 2024 di Kota Semarang.   

“Kegiatan ini juga merupakan kegiatan perdana dari mitra implementasi untuk mengenalkan lembaga serta bagaimana peran mereka dalam proyek ARUNIKA dan merupakan suatu transisi dari kegiatan-kegiatan yang sebelumnya diimplementasikan langsung oleh IPAS seperti baseline dan launching kemudian mengerucut untuk sosialisasi rencana implementasi,” ujar Project Coordiantor ARUNIKA sekaligus Community Access and Mobilization  Specialist Yayasan IPAS Indonesia Jaclyn Kaunang.   

Ia menambahkan, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dinas Kesehatan, perangkat desa, komunitas, serta mitra Yayasan IPAS Indonesia untuk proyek ARUNIKA SPEK-HAM dan LBH APIK Semarang. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 81 orang.   

Sosialisasi ini memang difokuskan untuk merencanakan kegiatan-kegiatan apa saja yang menjadi aktivitas utama untuk mendukung proyek ARUNIKA, khususnya untuk dua mitra proyek ARUNIKA. Peserta juga terlibat dalam memberikan masukan terhadap perencanaan dua  mitra tersebut.   

“Yayasan IPAS dan dua mitra proyek ARUNIKA, SPEK-HAM dan LBH APIK Semarang, kedudukannya setara untuk menjalankan proyek ini. Meski begitu, Yayasan IPAS Indonesia akan lebih fokus pada kegiatan di level nasional dan penguatan sistem kesehatan. Sementara itu, dua mitra kami fokus di level daerah masing-masing,” imbuhnya.   

Setelah ada kesepakatan terkait dengan rencana kegiatan, para peserta juga membahas terkait dengan perencanaan monitoring untuk mengawal implementasi proyek.   

“[Karena sudah] ada perencanaan, Puskesmas siap berkolaborasi dengan masyarakat desa maupun Dinas Kesehatan,” ujar Kepala Puskesmas Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, dr. Henny Puspitosari.   

Sementara itu, Kepala Unit PPA Polres Kabupaten Semarang Hendrik Febrianto mengatakan, terkait dengan perencanaan proyek ARUNIKA, sejumlah polisi belum mendapatkan pembekalan terkait dengan penanganan kekerasan.   

“[Akan tetapi] masyarakat sudah ada perkembangan, [di mana mereka] mau melapor. Tetapi, sumber daya kepolisian belum merata,” ungkapnya.   

Proyek ARUNIKA bertujuan untuk mendukung upaya mekanisme penanganan kasus kekerasan, terutama kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender lainnya sesuai dengan aturan di Indonesia.  Proyek ini  dilakukan di tiga kabupaten di Jawa Tengah: Sukoharjo, Semarang dan Surakarta.  

Gulir ke Atas